Kataku

December 4th, 2006 by zhaniash

Awal bulan di akhir tahun…

Ingin menulis tentang cinta. Sebuah kata dengan seribu arti.
Satu kata yang tak pernah basi. Itulah ‘cinta’. Mungkin saat ini bukan diriku
yang berbicara, melainkan suara hati insan biasa yang tergerakkan syarafnya
atas kehendak ilahi, sehingga mampu mengetikkan semua kata-kata ini.

Lahir kedunia karena cinta, melihat dunia dengan cinta,
semoga bisa menutup mata dengan pencapaian cinta-Nya.

Berdasarkan pengalaman panjangnya. Satu, dua, tiga…dan
seterusnya rasanya semakin banyak orang-orang terdekat yang terlena dengan
cinta. Mungkin dulu pernah aku masuk dalam hitungan itu, mungkin juga Anda hmm?

Bukan hal yang asing jika kita telah mengetahui bahwa cinta
hakiki adalah cinta kita pada Sang Pencipta. Namun selalu ada celah setan untuk
masuk menggoda keimanan seseorang dengan cinta semu itu.

Cinta itu buta, dan setiap manusia pasti pernah dibutakan
dengannya.

 

Kini…entah sebuah kepercayaan atau mungkin ladang
pembelajaran buat insan biasa ini.

Dari setiap cerita, dari setiap langkah, dari setiap
jejaknya, banyak curahan hati menceritakan tentang cinta.

Jika sebuah kepercayaan, mungkin bisa diambil hikmah, agar
insan biasa bisa meluruskan niat saudaranya juga buat dirinya.

Atau sebuah ladang ilmu, sebuah pembelajaran tentang cinta.
Bagaimana rasanya mencinta, bagaimana rasanya dicinta. Sungguh sebuah rasa yang
tak bisa diungkap… Cinta…Chemistry unik yang melekat di diri manusia. Reaksi
kimia yang bisa meledakkan semangat untuk memberi dan menerima.

 

Rasa sedih, khawatir, muncul belakangan ini. Melihat…mendengar
adik, teman, sahabat yang tak pernah berhenti bicara tentang cinta. Mungkin
karena faKtor usia kah?

Pencarian, penantian melihat usia yang semakin matang.

Bukan salah…tapi jangan sampai masuk dengan cinta semu. Cinta
itu fitrah…namun  kalau bikin hati
gundah. Capek dehhh! Lebih baik tinggalin ajah.

Sekedar ingin berbagi, cara memudarkan cinta semu itu.
Dengan banyak mengingat sesuatu yang lebih pasti bernama ‘kematian’.

Saudaraku…jangan rusak pondasi kokoh yang sudah tertanam dalam
hati kita. Kuatkan hati untuk sabar dalam cinta. Insya Allah selalu ada yang
terbaik buat kita.

 

Special untuk orang2
yang menjadikanqu curahan hati.

 Salam and Thanks jg buat  ustazd, takbirnya
bikin melek! (Hore melek!!! )

 

Sahabat Jiwa

November 12th, 2006 by zhaniash

Ada suatu ketentuan takdir yang membuat kita bersaudara. Tidak ada yang bergerak
sendirian, segalanya berjalanan beriringan. Seumpama rumput ilalang yang tumbuh
kokoh di atas bumi berlautan goda. Itulah, makna sebuah persahabatan, saling
membantu, saling menunjang, dan menguatkan.

Percikan iman
yang menyinari jiwa mereka, perlahan…namun bisa semua merasakannya. Jiwa-jiwa
yang dulu begitu polos, penuh kenakalan, penuh kejahilan dan ketidaktahuan. Dan
sungguh, atas kehendakNya pula jiwa-jiwa itu kini dipersatukan kembali dalam
nuansa iman bernama ukhuwah. Tak ada ragu untuk berucap ‘Saudaraku…Aku
mencintaimu karena Allah’. Cinta yang lahir dari pertemuan jiwa-jiwa yang sama.
Mungkin itulah jawab atas sebuah tanya tentang ‘Cinta terbuat dari apa?’. Maka
pantas jika kusebut mereka sebagai ‘sahabat jiwa’ yang senantiasa mengisi
lembaran hari berdasarkan mahabah kepada-Nya.

 -At-ta’awun- Gak jadi curhatannya
ya? Pada keasyikan jalan-jalan neh!

Btw katanya berita 5 ce ini
sampai ke BPH dan divisi yang lainnya…(nah loh!)

 

Pilih mana?

October 15th, 2006 by zhaniash

“Kalau disediakan
jamu dan sirup, pilih mana?”
Kalimat itu
pernah menjadi pertanyaan dari sahabat jiwa. Entah harus ditanggapi dengan
serius atau tidak, yang pasti beliau mengatakan jawaban ini punya point
penting.
Secara logika ini
setidaknya menunjukkan pola fikir seseorang , ketika dia memilih jamu, pahit
memang tapi akhirnya menghasilkan kesehatan. Ketika memilih sirup, mungkin enak
diawal, segar…tapi toh esok harinya batuk-batuk, serak, hilang suara.
Kupikir pesan yang ingin disampaikan ‘bersakit2
kehulu berenang-renang ketepian’.
Emmm…kurang
lebih begitu! Tapi sebenernya ini adalah sebuah pertanyaan yang harus dijawab.
Waduh ustadz…Ngetes ya?
Dalam batinku,
jika saja ada pilihan ketiga…air putih. Nggak akan lama-lama kupilih air itu.
He2..tak kalah sehat dengan jamu, dan tak kalah segar dengan sirup khan? Jamu
terlalu pahit, sirup terlalu manis. Aku ingin air yang menjadi dasar, bukan
campuran.
Air putih bening,
warna dasar menunjukkan fitrah, bersih, suci. Yups..aku berharap bisa dalam
keadaan fitrah, diawal, ditengah, dan diakhir.
 

Inget pertanyaan ini karena
kondisi skarang lagi batuk2, hilang suaraku. Sebab diacara ifthor jamai yang
kudatangi, rata2 hanya menyediakan satu pilihan…emmm es segar sebagai
pembuka.Memang enak sih…apalagi dimusim kamarau kayak gini. Tapi..jadinya
suaraku kini serak-serak basah…kalu sudah begini harus minum jamu kah?

 

Bubuk cinta bertebar lagi

September 12th, 2006 by zhaniash

Rasa itu datang lagi, mmm…datangnya seperti pengobat rindu dihati. Datangnya mungkin bersamaan diiringi para malaikat yang menebarkan bubuk-bubuk cinta kepada insan bernama manusia. Lebih tepatnya ramuannya tersentuh khusus untuk insan-insan yang beriman.
Yups awalnya tak kumengerti apa yang kurasa. Mungkinkah ini CINTA? Oo…aku tahu ini bukan rasa cinta yang menyebabkanku sakit perut (huehehe…kecintaanku pada seseorang selalu meningkatkan adrenalinku bekerja yang menimbulkan rasa…sakit perut! :D ) Justru rasa cintanya memberi kedamaian, ketenangan, kebahagiaan yang sangat menggelora.
Sejak dulu rasa ini muncul, namun tak kusadari itu rasa cinta sesungguhnya. Kukira hanya cinta biasa, namun gejolaknya selalu kurasa dan hanya kuungkapkan dalam sebuah buku harian. Kalau diurai2 siapa sih orang yang  menimbulkan rasa cinta itu?…but nothing!
Melalui goresan lembaran2 masa lalu, baru kusadari rasa ini selalu muncul saat bulan suci ramadhan, mungkinkah inilah kado cinta dari ‘Yang Punya Cinta’. Sungguh…aku sangat bahagia, bulan suci yang selalu menghadirkan rasa cinta…
Ya Rabbi…izinkan hamba merasakan kado istimewamu tahun ini, hantarkan hamba agar bisa meraih segala keutamaannya, bersama uluran tangan cinta dan  kasih-Mu…

Test 1 jam ustazd

September 12th, 2006 by zhaniash

 

“Tunggu sampai
saya datang”. Hanya itu pesan terakhir yang disampaikan saat bikin agenda
‘ngedate’ pertama dengan ustazd yang profesional ini.

Menunggunya?
Mmm…bukanlah masalah, mengingat lebih sulitnya bikin agenda bersama beliau.
Lagian toh memang saat ini aku yang benar2 butuh ilmunya.

Jam 9 tepat
seperti agenda yang telah dibuat. Disebuah bangunan gedung bertingkat, lantai
paling atas di pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara. Suasana
bangunannya seperti membawa diriku dalam sebuah negeri padang pasir. Masjid
dengan gaya khas timur tengah. Oh…rupanya banyak juga yang menjadikan tempat
ini sebagai kunjungan untuk sekedar berfoto-foto.

Aku duduk
menunggu…yups benar2 menunggu.

Suasananya ramai,
namun sejuk, benar-benar masjid yang nyaman.

5 menit
berlalu…kubaca buku

hmm…22 menit
sudah, kututup buku

MP3 player ikut
bermain mengalunkan suaranya As-sudays

Tangan bermain menuliskan
kata2 kagum dalam lembaran buku catatan spesial.

45 menit sudah!

mainkan
HP…basa-basi dengan orang…baca buku lagi….,ngelamun. Mmm, bosan juga gak
sih menunggu! Bahkan sudah berapa folder mp3 yang mengalir…

 

Yups…tepat satu
jam. Akhirnya pak ustazd datang dengan sikap arifnya.

“sudah lama ya?”
aku hanya tersenyum.

“hmm…saya sudah
datang loh tepat jam 9” (maksudnya?? Waduh, kayaknya ngerasa dikerjain nih…)
“saya duduk disamping sana, memantau adik dari kejauhan”…(waduh!) “Pelajaran
bapak kali ini tentang amanah dan waktu. Rupanya kamu mencatat point amanah
saya… ‘tunggu sampai saya datang’. Kesabaran menunggu…atau tepatnya melatih
kelak taat pada pimpinan, catat: ‘yang beriman’.

Saya biarkan adik
menunggu selama 1 jam. Kiranya saya dapat melihat 1 jam yang luang itu adik
gunakan untuk apa. memanfaatkan waktu adalah point terpenting menentukan
kesuksesan seseorang” bla…bla…bla…

Mmm… pelajaran
yang cukup mengesankan.

 

Kutulis
saat menunggu… Sobat, kau tidak sedang mengetesku khan? Tapi cukup aku merasa
sedang  dipantau Yang Kuasa dengan waktu
luangku menunggumu disini…semoga tidak sia-sia! (Maksudnya juga…cepetan
donk datengnya!)

 

 

Curhatnya

August 25th, 2006 by zhaniash

Terharu juga saat denger cerita seorang ibu yang mengeluh tentang anaknya yang aktif dimana-mana. Kerjaannya pergi pagi pulang malam, nggak ada waktu buat ibu nak..(keluhnya), sedih rasanya sepi dirumah, ibu tuh kepengen sehari aja dia ada menemani ibu, sekedar bicara atau menemani belanja…susah banget tuh kayaknya.
Emm…sebenernya omongan ibu itu ‘dalem’ juga. Pasalnya belakangan ini aku juga jarang meluangkan waktu bersama keluarga, bercanda sama orang tua (atau lebih tepatnya jadi bahan candaan)..dll. pantas aja sikap abangku belakangan ini jadi aneh..
So…kebetulan banget nih ada libur panjang, aku ajak mereka jalan-jalan, yups lebih tepatnya sich minta di anter ke toko buku, lebih tepatnya lagi minta dibeliin buku (Hee..) Kebetulan abi juga paling seneng tuh berlama-lama di toko buku..
“Yuk…yuk kita jalan, abi juga mau beli kemeja” hmmm liat wajah abi yang jadi cerah gitu, aku ikut senang. (Tapi klo liat dari gayanya, apa ini yang dibilang puber kedua? :D )
Seharian diluar bersama mereka. Tujuan utamanya ke toko buku, jadi lama banget nemenin abi yang cari-cari kemeja, dari satu toko ke toko lain…emmm pusing juga, aku dan abang cuma bisa geleng-geleng kepala.
Terus…yang bikin malu nich…abi dari kejauhan manggil-manggil aku. “nih-nih-nih…cocok banget deh buat kamu” Abi dan abang puas ngetawain aku…hehh!! Didepan banyak orang lagi! masa sih aku katanya cocok pake celana bola yang ukurannya besar gitu??? Hue6x!…aku khan maluuu, kebiasaan ngeledek aku jangan dibawa didepan umum donk…please deh!
“Hehe…abi juga cocok tuh pake baju itu, perutnya khan ‘ndut kayak orang hamil” aku nggak mau kalah dunk, abi jadi ketawa…
“nggak lagi!” kata abang, “yang skarang ‘ndut khan ade,..liat aja pipinya yang kayak orang sakit gigi gak sembuh2” Mereka berdua puas tertawa lagi.
Hua6x, aku kalah deh!
(Nggak bakalan ada yang nyangka deh kalau cewek yang biasa terlihat cool dan sok dewasa ini, jadi manja gitu kalau bersama keluarganya…Nggak tau lah, yang pasti dia hanya ingin melihat keluarganya selalu tersenyum dan tertawa, meskipun sering harus dijadikan bahan ejekan L )

Kebahagiaan memang tidak dinilai dari materi,
kebahagaiaan yang didamba orang tua adalah ketika melihat anaknya bahagia.
Kesenangan hati orang tua,
Adalah ketika mereka butuh kita, kita selalu ada disampingnya
Memberi warna dan juga kehangatan bersama
Yups…luangkan waktu bersama mereka!

Salam

July 27th, 2006 by zhaniash

Mungkin nanti, esok, lusa, atau entah kapan, mudah-mudahan
kita bisa dipertemukan olehNya. Setidaknya jika tidak dipertemukan didunia.
Mudah-mudahan Allah berkenan menghantarkan kita untuk senantiasa berjumpa,
berkumpul di jannahNya..Amin

Untuk saudaraku/saudariku…yang selalu memberi nasehat, yang
selalu mengantar malam dengan alunan zikir, yang selalu terbangun dalam
heningnya malam, bersujud, bersyukur, penuh harap dan doa dalam kerinduan
getaran cintaNya…dimanapun kalian berpijak, semoga senantiasa berada dalam
naungan kasihNya.

Salam Jihad untuk Teh Herlin dan semua saudaraku di Ciamis. Idha
di Bandung semoga tetap istiqomah. Adikku Dhani di Yogya, smoga kehidupanmu
bertambah berkah bersama mereka…dan smoga salah satu diantara kita dapat
mewujudkan cita-cita mulia itu…(sekolah untuk anak2 yatim). Lia di Malang,
tetap berjuang dalam studymu, Aminullah di Jatim…dalam tugas mulia pengabdian
dijalan Allah, Ita di Bogor…Jangan hilang senyum dari wajahmu. ‘We are equal’

Meski tak pernah bersua, namun selalu ada do’a untukmu semua,
untaian kata dari lubuk hatiku semoga ikatan ukhuwah ini tetap terjalin dalam
rajutan cinta kasihNya.

Abi…abi…abi

July 26th, 2006 by zhaniash

Nanda sayang abi, seperti Fatimah
sayangi nabi

Nanda cinta abi, seperti Fatimah cintai
nabi

Abi selalu di hati, abi selalu berarti

Lewat abi nanda bisa berdiri

Lewat abi nanda bisa mandiri

Kalau slalu ada lagu tentang ummi

Dari nanda akan ada lagu untuk abi

Kalau ada hari ummi

Hari ini, esok dan seterusnya

Bagi nanda adalah hari abi

Abi..,

Yakinlah jika Allah jadi tujuan, hati
akan tenang

Jika perjuangan hidup begitu pahit,

Dikarenakan syurga begitu manis…

Abi..,

Selalu ada untaian doa untuk abi

Ummi yang cantik buat abi

Ummi sholehah buat abi

Ummi cerdas buat abi

Tetaplah tersenyum abi…

—to be continue—

Ukhti..hi..hi

July 3rd, 2006 by zhaniash

Dipanggil ukhti..? Mmm manis sekali…

Sering pake jilbab putih

Oohh..katanya ingin seperti melati

Harum dan juga wangi

 

Tinggalnya di kost-an putri

Tiap pagi langganan roti

Pada suatu hari, si abang telat nganter roti,

“afwan ukhti, ana telat….”

wow si ukhti jadi gerogi

langsung pergi lari

Oo…ternyata si tukang roti ‘ikhwan’

malu jadi ketahuan

klo dirumah jilbabnya asal-asalan

 

Aneh lagi,

Si ukhti,…ngakunya anak TI

Tapi sering ketinggalan informasi

Aktifitasnya mengaji, sering ikut aksi

Tapi sering juga ngerumpi

Tentang dosen TI yang tinggi2

Lirikannya anak ekonomi…(hee..ada yg ngerasa?)

 

Banyak acara sana-sini

Pergi pagi pulang pagi lagi

Katanya mumpung belum punya suami.

Kalau sudah begini

Jadi susah berangkat pagi

sering telat kuliah, buru-buru lari dijalan,

nggak nyangka…ternyata satu lift sama ikhwan

ihh jadi berduaan…

Karena jaga diri,

Dua-duanya menunduk gerogi

Tanpa disadari

Wuiii…liftnya gak jalan-jalan

Oh…ternyata tombolnya gak ada yang tekan

Duh…jadi tambah deg-degan..

Mau ketawa ditahan, Upss…jadi liat-liatan (ampun ukhti…!)

 

Afwan jiddan

Klo ada yang gak berkenan

Ini Cuma guyonan

Terinspirasi ‘ikhwan apa bakwan’

Dari blognya teman…

 

Ada yang tahu…

June 27th, 2006 by zhaniash

Rona wajah memang kadang tak bisa dipungkiri, getaran suara tak bisa dibohongi, gerak-gerik, polah, tingkah laku tak bisa didustai. ‘Buka saja topengmu..’ selintas terpancar ucapan itu keluar dari mimik wajahmu.
Lagi…yang rasanya tak pernah harus berhenti, rasa syukurku yang teramat dalam pada Yang Maha Kasih…
Disaat hati berusaha tegar, saat topeng ketenangan ingin tetap terpasang, senyum keceriaan ingin tetap terpancar, ada yang tau…bahwa sesungguhnya hati ini teramat sedih, tergores dalam luka bernama kegagalan.
Untaian doa yang kau berikan, rupanya tak bisa membendung air mata ini untuk mengalir…Oo…kenapa menangis?
Bukan karena gagal kumenangis, bisa hilang predikatku sebagai ‘nyelon girl’, sungguh..ini karena haru dan rasa syukurku pada Ilahi Rabbi yang masih memberikan kesempatan diri ini untuk bisa merasakan nikmatnya ‘Ukhuwah Imaniyah’ itu… Herannya, lima sahabat kecilku masih tak bisa menebak, kenapa…kau yang baru kenal beberapa bulan ini bisa tau?
Ukhti…Luv u Coz Allah.
“Selalu ada harapan dikeyakinan, Selalu ada keteguhan dalam kesabaran, Selalu ada hikmah dalam kesukaran, dan selalu ada do’a dalam cinta. Untuk saudaraku yang tak pernah lelah menuju kesempurnaan. Semoga dimudahkan. Semua masalah pasti berhikmah” (sms darinya)